Senin, 12 Januari 2026
Hari ini saya berangkat kerja agak siang, sekitar setengah delapan. Bukan tanpa alasan, pagi tadi saya masih sempat mengurus ternak ikan terlebih dahulu. Setelah itu baru bersiap berangkat. Saya juga membawa tabung gas kosong, niatnya sekalian beli gas dan mampir ke ruang dia. Di sana ada seseorang yang sudah saya anggap lebih dari sekadar teman, ya… anggap saja pacar, walaupun belum resmi.
Sesampainya di tempat kerja, seperti biasa hari Senin dimulai dengan upacara. Cuaca hari ini panas sekali, tapi anehnya saya tidak sampai berkeringat basah seperti biasanya. Hari ini cukup aman. Sayangnya, orang yang saya harapkan tidak mengikuti upacara. Padahal dia juga seorang guru.
Setelah upacara selesai, ada teman kerja yang meminta bantuan untuk memperbaiki ponselnya. Namun karena pukul 09.15 saya sudah ada jadwal mengajar, saya tinggal terlebih dahulu untuk masuk kelas. Setelah selesai mengajar, saya kembali ke lab ACP. Selain melanjutkan aktivitas di sana, saya juga sekalian memperbaiki ponsel adik saya.
Memasuki pukul 13.00, saya membantu teman yang lain untuk memasang perlengkapan hotel yang baru dibangun. Di sini rasa kantuk mulai terasa berat. Saya benar-benar harus menahan agar tetap fokus sampai pekerjaan selesai sekitar pukul 14.45. Sambil menunggu jam pulang, saya memilih rebahan sebentar di ruangan untuk mengurangi rasa ngantuk.
Pukul 15.45 bel pulang akhirnya berbunyi. Rasa lega langsung terasa. Sebelum pulang, saya sempat meletakkan tabung gas kosong di ruang ACP. Namun lagi-lagi, niat untuk mengobrol dengannya belum kesampaian hari ini.
Saya kemudian menuju area parkir dan bersiap pulang. Saat motor mulai keluar dari lingkungan kerja, saya melihat dia sedang mengobrol dengan teman laki-lakinya. Dalam hati muncul berbagai pertanyaan, tapi saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya. Teman laki-laki itu sempat memanggil saya, namun karena kondisi yang sangat mengantuk, saya tidak terlalu menanggapi dan langsung melanjutkan perjalanan.
Sekitar pukul 16.15 saya sampai di rumah. Walaupun rasa kantuk sudah sangat terasa, saya tetap menyempatkan diri ke belakang rumah untuk mengecek ternak ikan. Setelah diberi makan dan memastikan semuanya aman, saya kembali ke dalam rumah. Saya mandi, lalu memutuskan untuk tidur sebentar.
Biasanya, sore hari saya menyempatkan diri mengirim pesan padanya. Tapi hari ini rasanya ada yang berbeda, ada perasaan kosong yang sulit dijelaskan. Akhirnya aku memilih diam dan membiarkan hari ini berlalu apa adanya.
Hari yang melelahkan, penuh aktivitas, dan menyisakan sedikit rasa yang sulit dijelaskan.
